- Pada 28-12-2025 06:58:11
Oleh dr Mahindria VV SpOG (Dosen Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan STIKes Akbidyo)
Krjogja.com - YOGYA - Masa prakonsepsi adalah periode sebelum terjadi kehamilan. Persiapan prakonsepsi bertujuan mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan sosial agar kehamilan dapat berlangsung sehat dan aman. Persiapan prakonsepsi harus mencakup seluruh dimensi kesehatan, mulai dari pemeriksaan fisik, status gizi, deteksi penyakit menular dan penyakit kronis, hingga kesiapan mental dan sosial pasangan.
Fakta Epidemiologis Kesehatan Fisik Prakonsepsi
Kesehatan reproduksi pria berperan penting dalam kualitas sperma dan keberhasilan pembuahan, sedangkan kesehatan wanita sangat menentukan lingkungan awal tumbuh kembang janin. Penelitian terkini menunjukkan bahwa skrining prakonsepsi dapat menurunkan risiko kematian ibu hingga 28 persen, kematian bayi sebesar 18 persen, dan kelahiran prematur sebesar 12 persen. Banyak pasangan yang kurang memiliki pengetahuan serta akses terhadap pelayanan prakonsepsi terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Fakta Epidemiologis Kesehatan Mental Prakonsepsi
Kesehatan mental prakonsepsi memengaruhi keberhasilan kehamilan dan kualitas hidup. Perhatian terhadap isu ini meningkat seiring dengan bukti ilmiah yang menunjukkan dampak signifikan gangguan mental prakonsepsi terhadap luaran kehamilan dan perkembangan anak. Fakta kejadian gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas dan masa menyusui, sering muncul di media online maupun media sosial di Indonesia.
Penelitian menunjukkan sekitar satu dari empat wanita usia reproduksi mengalami gangguan mental; depresi dan kecemasan sebagai diagnosis terbanyak. Prevalensi ini cenderung meningkat pada kelompok usia muda dan pada wanita dengan status sosial ekonomi rendah. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah kurangnya dukungan pasangan dan keluarga, serta paparan stres kronis.
Studi longitudinal menunjukkan sekitar 10 persen pria mengalami masalah kesehatan mental, pada masa menjelang kehamilan pasangan mereka. Hampir 40 persen pria pernah mengalami gangguan mental pada masa remaja atau dewasa muda. Pria dengan riwayat gangguan mental empat kali lebih berisiko mengalami masalah mental saat masa antenatal dibandingkan pria tanpa riwayat tersebut.
Persiapan prakonsepsi merupakan langkah krusial untuk meningkatkan peluang kehamilan sehat dan aman serta melahirkan generasi berkualitas. Skrining dan intervensi pada masa prakonsepsi terbukti efektif meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan keluarga. Literasi, pemeriksaan kesehatan, dan perencanaan kehamilan yang matang harus menjadi prioritas dalam pelayanan kesehatan reproduksi. (disarikan dari berbagai sumber)
Sumber: krjogja .com