AKBIDYO Jl. Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Telp: (0274) 371345 Email: info@akbidyo.ac.id
Beranda | Berita

Kamis, 01 Oktober 2020

Pahlawan di Batas Negeri: Story Alumni Mahasiswa STIKes Akbidyo

Salam kenal sejawat bidan, Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan cerita ketika saya bertugas sebagai tenaga kesehatan bertugas di Puskesmas yang tergolong sangat terpencil. Melalui program pemerintah yaitu Nusantara Sehat sebagai wujud pemerataan tenaga kesehatan di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan, yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan Indonesia dari pinggiran.
Saya bersama teman satu tim mendapatkan tempat penugasan di perbatasan kalimantan utara, tepatnya di kecamatan sei menggaris, Kabupaten Nunukan yang perbatasan langsung dengan daratan malaysia. Tepatnya daerah ini adalah daerah pemekaran yang sebelumnya merupakan satu provinsi dengan kalimantan timur dengan topografi gunung-gunung, lembah, hutan, muara/sungai dan lautan.
Saya sangat bersyukur dapat merasakan tugas di daerah yang benar-benar sangat membutuhkan tenaga kesehatan, yang ternyata sebagian masyarakat kita belum menikmati kemerdekaan dari sisi kesehatan, terbatasnya infrastruktur,air bersih, listrik dan susahnya jaringan telepon maupun internet. Awal penugasan saya merasa tidak mampu untuk melakukan tugas ini namun setelah saya membuka mata dan melihat kondisi di daerah tempat saya bertugas dan saya berfikir untuk tetap bertahan karena mereka membutuhkan kita. Dengan akses yang susah kita harus bergerak untuk melakukan kunjungan maupun pemeriksaan dengan cara menjemput bola untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.
Tantangan yang harus dilakukan oleh bidan adalah membuat inovasi-inovasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagai bidan tidak hanya melakukan tugas keperawatan dan kebidanan saja, tentu saja multi profesi ini berpengaruh pada kualitas pelayanan yang didapatkan masyarakat setempat, disatu sisi tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan namun disisi lain kita harus keluar untuk melakukan tugas lapangan seperti memantau kesehatan lingkungan, survey gizi kurang dan gizi buruk, ibu hamil dan akses jamban, serta melakukan kunjungan-kunjungan rumah, bagi ibu hamil yang belum pernah periksa ke Puskesmas, tidak sedikit ibu hamil resti yang membutuhkan pendampingan, sehingga mereka dengan nyaman menyampaikan keluhannya dan bersedia untuk tidak lahir dirumah dengan dukun, kami melakukan beberapa upaya yaitu dengan melakukan pendekatan-pendekatan ke pasien maupun keluarga. Persalinan di Non Fanyankes masih tinggi dan persalinan oleh dukun masih banyak dilakukan sehingga menjadi tantangan bagi saya untuk melakukan beberapa kiat-kiat untuk menurunkan persalinan dukun dan meningkatkan kunjungan dan persalinan di fanyankes. Disini Peran Bidan sangat dibutuhkan.
PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) harus diterapkan sejak dini. Memberikan pelatihan cuci tangan yang benar kepada anak dengan inovasi-inovasi yang dilakukan sehingga anak-anak dapat cepat memahami langkah-langkah dengan tepat. kegiatan ini dilakukan untuk anak-anak PAUS, TK dan SD.
 
 
Dengan senam bersama dan menerapkan salah satu 4 pilar STMB (Sanitasi Total Berbasis Lingkungan) dengan melakukan praktik langsung melakukan langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar.
Dalam rangka Upaya Meningkatkan Kesehatan Lingkungan Mayarakat. Kami melakukan sebuah kegiatan untuk memenuhi salah satu pilar STBM dengan melakukan Inovasi yaitu pembuatan Jamban menggunakan bahan se adanya yaitu DRUM bekas yang kami peroleh dari limbah pabrik Aspal, kegitan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan prilaku masyarakat agar tidak BAB di sembarang tempat. Melalui pendataan keluarga kami menemukan 20 rumah yang tidak memiliki jamban, dari 20 rumah tersebut kami mencoba untuk melakukan pemicuan dan pendekatan keluarga agar masyarakat yang tidak memiliki jamban bersedia untuk membuat jamban secara goyong royong.

 
Sesungguhnya kesehatan bukan hanya tanggungjawab tenaga kesehatan saja namun menjadi tanggung jawab bagi semua pihak termasuk masyarakat sendiri.
Di tempat saya bertugas sangat susah kami mendapatkan aneka sayuran, yang banyak tersedia hanya nangka muda dan daun singkong, untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama untuk pemenuhan gizi pada ibu hamil dan  anak. Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mencegah Stunting yaitu dengan melakukan beberapa gerakan yaitu sosialisasi untuk pemanfaatan pekarangan rumah dan dengan membagikan bibit sayuran yang bekerjasama dengan pihak-pihak swasta dan lintas sektor.
 
Kami juga membentuk Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular) merupakan kelompok kesehatan yang dibentuk untuk pemberdayan kesehatan masyarakat 15 tahun hingga lansia sehingga masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin misalnya pengecekan tensi, kolestrol, asam urat dan gula darah secara rutin di posbindu yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali di salah satu rumah warga atau tempat yang sudah ditentukan. Jika ditemukan pemeriksaan yang mengharuskan diberi obat maka kami menyarankan untuk dilanjutkan rujukan ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan.
Penyuluhan tentang bahaya merokok dan penggunaan NAPZA merupakan usaha untuk merubah kebiasaan anak merokok, karena diwilayah saya bertugas banyaknya anak-anak dan remaja yang merokok dan susah untuk dikendalikan. Dengan ini kami berharap dapat memberikan pengetahuan sehingga terdapat perubahan perilaku.
Salah satu sumber air bersih di Desa ini adalah air hujan dan danau yang ada di tengah hutan ini.
Saya bersama dengan teman-teman mengajak adik-adik SMKN 1 Sei Menggaris untuk bersama-sama melestarikan sumber air yang ada sehingga layak untuk di konsumsi, tentunya dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu berkolaborasi dengan petugas Kesling di Puskesmas tempat saya bertugas.
Karena akses menuju ke puskesmas atau pustu jauh dan susah mereka yang tinggal jauh dari pelayanan kesehatan memilih untuk diam di rumah sehingga anak nya tidak mendapatkan pelayanan seperti penimbangan dan imunisasi sebagaimana yang telah di wajibkan. Maka saya dengan teman tim melakukan inovasi yaitu kami sebut dengan NS On The Road. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi rumah per rumah mencari ibu hamil, bayi dan balita yang membutuhkan penanganan khusus dan menjaring bayi balita yang belum mendapatkan imunisasi sehingga dengan ini petugas kesehatan mengetahui bahwa diwilayahnya ada bayi balita yang belum imunisasi ataupun balita yang memiliki gizi kurang.
Mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak setiap orang, maka kita sebagai tenaga kesehatan wajib untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat. Apabila mereka ingin ke puskesmas mereka masih memerlukan waktu lama untuk sampai di puskesmas dengan perjalanan darat dan sungai atau muara yang banyak di huni dengan buaya.
Dengan melakukan kegiatan ini saya menemukan beberapa bayi dan balita yang memiliki gizi kurang, agar tidak berlanjut ke gizi buruk maka saya memerikan makanan tambahan untuk balita dan memberikan konseling pada ibu tentang gizi anak dan pentingnya ASI untuk bayi.

Tingginya kasus gizi buruk di Kecamatan Sei Menggaris khususnya di Desa Kanduangan saya dan tim melakukan kunjungan sekaligus pemantauan gizi buruk dengan melakukan penimbangan dan pada kunjungan pertama kami melakukan demonstrasi pembuatan formularium untuk anak gizi buruk dan gizi kurang dengan mendatangi rumah dan bertemu dengan orang tua si Gibur sehingga kasus gizi buruk di wilayah Sei Menggaris pada tahun 2018 berkurang menjadi 3 tercatat yang sebelumnya angka kasus mencapai 13 Gibur
Multiprofesi, apapun bisa dilakukan apabila dibutuhkan. Saya bersama dengan tim memberikan pelatihan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan pada adik PMR dan adik pramuka di Desa tempat saya bertugas yang dirasa sangat diperlukan oleh mereka.
Masih banyak yang membutuhkan kita di daerah pinggiran dan perbatasan Indonesia.
Pelatihan serta Demonstrasi Kegawadaruratan dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yang diberikan pada anak Sekolah merupakan Upaya dalam mengembangkan ketrampilan siswa untuk melakukan pertolongan pada kecelakaan apabila mereka menemui kecelakaan yang terjadi disekitar mereka. Banyaknya kecelakaan kerja yang terjadi di wilayah Sei Menggaris misal orang tenggelam dan terkena benda tajam seperti tombak, tombak adalah alat yang digunakan para penduduk untuk menombak atau memanen Sawit sebagai matapencaharian mereka, mayoritas Penduduk bekerja sebagai pekerja Kebun Sawit.
Sekolah ilmu kebidanan yang sebelumnya sudah saya pelajari di perkuliahan dan sekarang ilmu yang sudah saya terapkan di masyarakat menjadi berkembang tidak hanya kebidanan saja yang mampu dilakukan apabila dalam keadaan darurat, sunat juga bisa saja bidan yang melakukan apabila di butuhkan. Kurangnya tenaga kesehatan maka bidan pun dapat melakukan tugas diluar kompetensinya.
 
Kelas balita dan kelas ibu hamil yang rution dilakukan setiap bulan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak.
Penyuluhan tidak harus dilakukan di dalam ruangan dengan jumlah yang banyak, dengan metode diskusi kelompok yang saya lakukan untuk memberikan informasi kepada remaja tentang kesehatan reproduksi dan memberikan pengetahuan tentang resiko pernikahan dini, tingginya angka kehamilan diusia dini yang menjadi dasar saya untuk melakukan gerakan penyuluhan kepada remaja dan orang tua di majelis-majelis dan perkumpulan untuk memberikan informasi mengenai kesehatan reproduksi dan resiko pernikahan dini.
Lomba Cerdas Cermat Kesehatan Reproduksi merupakan gagasan yang saya lakukan untuk memaksa remaja untuk belajar dan memahami mengenai kesehatan reproduksi.
 
Memberikan pelayanan dengan senyum dan interaktif komunikatif dapat memberikan kesan bahwa petugas kesehatan adalah teman atau sahabat mereka, foto di atas merupakan kegiatan dimana saya melakukan KB gratis bekerja sama dengan BKKBN yang dilaksanakan di Desa Kanduangan, dengan jumlah peserta 20 akseptor KB implant dan 5 akseptor lepas implan, dengan tempat dan alat yang terbatas kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar. Sosialisai KB sangat di perlukan untuk meningkatkan keluarga berkualitas dan secara tidak langsung membantu menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi dengan ber-KB.
 
Memberikan obat cacing 6 bulan sekali merupakan salah satu upaya untuk meningakatkan status gizi anak sehinga perkembangan dan pertumbuhan anak tidak terganggu.
 
Pemanfaatan lahan kosong bekerjasama dengan KWT (Kelompok Tani Wanita), saya bersama dengan masyarakat bergotong royong untuk melakukan penanaman sayuran di lahan kosong agar kebutuhan sayur di kecamatan Sei Menggaris terutama di Desa Srinanti dapat terpenuhi.
Pemanfaatan lahan kosong bekerjasama dengan KWT (Kelompok Tani Wanita), saya bersama dengan masyarakat bergotong royong untuk melakukan penanaman sayuran di lahan kosong agar kebutuhan sayur di kecamatan Sei Menggaris terutama di Desa Srinanti dapat terpenuhi.
Memberikan Pos Informasi Kesehatan di Sekolah dan tempat-tempat umum guna untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kesehatan.
 
Demi untuk menolong dua nyawa kami petugas kesehatan di perbatasan mempertaruhkan nyawa berhadapan dengan gelombang pasang surut air laut yang tidak menentu, perjalan yang kami tempuh untuk merujuk pasien ke rumah sakit kabupaten sekitar 2 jam apabila gelombang besar dan 1,5 jam jika perjalanan lancar, ketika memasuki sore pukul 15.00 ke atas angin dan ombak besar dan terkadang kami kembali kedalam pulau karena motoris speed boat tidak berani untuk menyeberang. Merujuk pasien seperti ini sering kami memaksakan diri untuk melanjutkan penyeberangan karena keadaan darurat pada ibu dan bayi, merujuk tidak dapat ditentukan jam berapa harus berangkat menyeberang pulau. Merujuk malam diatas jam 00.00 WITA sudah sering dilakukan dengan tekad dan niat menolong saya siap berangkat dan mempertaruhkan nyawa di tengah muara dan laut di malam hari demi menyematkan nyawa Ibu dan Bayi. Tidak sedikit dari mereka yang berpenghasilan pas-pasan terkdang kita juga harus merelakan untuk membanu mereka meringankan beban biaya rujukan, pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan.
Pekerjaan akan terasa berat apabila dirasakan dengan berat hati, dan akan terasa ringan apabila kita mencintai pekerjaan yang ada di depan mata kita. Dengan mencintai pekerjaan, ikhlas pasti akan menyertai dan menjadikan diri kita merasa bahagia telah membantu menyelamatkan nyawa orang lain.
Pengalaman yang luar biasa ini saya peroleh karena bekal ilmu luar biasa yang saya dapatkan sebelumnya yaitu di AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA yang sekarang menjadi STIKES YOGYAKARTA. Saya bangga menjadi salah satu lulusan AKBIDYO karena bisa melahirkan lulusan terbaik. Mampu bersaing dimanapun berada. Banyak ilmu yang bisa saya terapkan langsung ditempat saya bekerja, dan saya bangga bisa membawa almamater saya sampai ke pelosok perbatasan Indonesia. Sukses selalu STIKES YOGYAKARTA tetap menjaga mutu dan kualitas dan terus melahirkan generasi bangsa yang hebat dan produktif. Kuliah dengan Dosen-dosen yang berkualitas dan banyak Ilmu hebat ya kuliah di STIKES YOGYAKARTA saja “WE LEARN, WE CARE, WE WERE ABLE TO SERVE”
 



GALERI
KEMAHASISWAAN

Kamis, 22 Oktober 2020

SURAT IZIN ORTU, FORMULIR PENDATAAN, EDARAN TATA KEDATANGAN DAN ISOLASI MANDIRI MAHASISWA STIKES AKBIDYO

Untuk seluruh mahasiswa STIKes Akbidyo, termasuk mahasiswa baru yang akan ke Yogyakarta, diwajibkan mengisi

 

Minggu, 04 Oktober 2020

PKKMB 2020

"Memupuk Semangat belajar di era tatanan baru menuju generasi unggul" Pengenalan

 
(daftar berita)