Memasukan TI dalam Kurikulum Kebidanan
Guna menghasilkan bidan profesional dan mandiri, mulai tahun akademik 2008 - 2009
Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbid Yo) menambah mata kuliah teknologi informasi (TI) dalam kebidanan, pengembangan kepribadian, serta mempertajam mata kuliah kewirahusahaan.
Penambahan mata kuliah ini untuk memenuhi kompetensi lulusan berdasarkan Peraturan Menkes RI tentang kurikulum D3 Kebidanan.
Demikian Hasil Workshop peninjauan kurikulum Akbid Yo, Rabu dan Kamis (27-28/8), di kaliurang, Sleman.
Workshop diikuti seluruh dosen tetap, dosen luar biasa, bidan praktik swasta dan sebagainya. Juga menghadirkan narasumber dr. Burham Warsito, Sp.OG (K) Onk. dan dr. Mubasysyir Hasan Basri, MA.
Menurut Direktur Akbid Yo, Drs. H. Henri Soekirdi, M.Kes., didampingi Pembantu Direktur I, Istri Bartini, S.SiT, evaluasi kurikulum ini dilakukan setelah 3 tahun perkuliahan berlangsung.
Penentuan kurikulum ini berdasarkan SK Mendiknas dan Permenkes RI. Selanjutnya, berdasarkan masukan dari narasumber maupun masukan stakeholders pada diskusi ilmiah beberapa waktu lalu, disusun kurikulum baru.
“Sesuai SK Mendiknas, kurikulum D3 Kebidanan harus mengacu pada kompetensi, terdiri atas kompetensi utama, pendukung dan kompetensi khusus atau khas setiap perguruan tinggi,” jelasnya.
Dijelaskan berdasarkan evaluasi, ternyata kurikulum Akbid Yo yang lalu masih relevan, karena sudah memiliki 9 kompetensi utama, sehingga sebagian masih dipakai.
Untuk menyesuaikan perkembangan Iptek Kebidanan, ditambah matakuliah kompetensi pendukung. Selain itu dilakukan penambahan pada beberapa mata kuliah, terutama pada mata kuliah yang mirip dilakukan penggabunganagar tidak overlaping.
“Agar kurikulum punya daya saing global, dilaksanakan model kuliah Problem Based Learning secara bertahap. Dengan model ini, mahasiswa lebih aktif, ” jelas Henri seraya menambahkan, mahasiswa lebih aktif melalui penugasan mencari bahan - bahan perkuliahan lewat internet.
Istri menambahkan, sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran juga terus dibenahi. Misalnya penambahan buku literatur kesehatan di perpustakaan, pembuatan area hotspot di lingkungan kampus dan sebagainya. Pada tahun akademik mendatang jumlah mahasiswa baru Akbid Yo melebihi target, karena memprioritaskan penerimaan mahasiswa asal luar Jawa.
“Hal ini untuk merspon informasi dari Depkes, sejumlah daerah di luar Jawa masih sangat kekurangan bidan, ” paparnya. (Ben)-f
Sumber: KR Minggu, 31 Agustus 2008