Kompetensi:Lulusan Akbid Yogyakarta Mampu Buka Praktek
BANDARLAMPUNG (Lampost): Lulusan Akademi Kebidanan (Akbid) Yogyakarta diarahkan memiliki kemampuan membuka rumah bersalin sendiri atau praktek bidan swasta sehingga tidak menggantungkan pada formasi di lembaga pemerintah.
Menurut Direktur Akbid Yogyakarta Henri Soekirdi, M. Kes., untuk merealisasikan hal tersebut tidak hanya terus meningkatkan terobosan pembelajaran, mutu dosen, sarana dan prasarana, tapi juga memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga pelayanan kebidanan baik pemerintah maupun swasta di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“Agar mahasiswa memiliki kemampuan dalam bersaing di tingkat nasional dan global, mahasiswa diberikan bekal kemampuan berbahasa Inggris dengan program sertifikasi dalam english medical professional serta pelatihan kewirausahaan (entrepreneur),” jelas Henri, Sabtu (24-5).
Bahkan, lanjut dia, program pembelajaran diperbanyak praktek kebidanan atau 60%. Hal ini bertujuan lulusan dapat menjadi bidan yang memiliki kompentensi memberikan pelayanan asuhan kebidanan dengan profesional dan mandiri.
“Selama praktek, mahasiswa diwajibkan menyelesaikan 455 kasus kehamilan sehingga betul-betul menguasai keterampilan asuhan kebidanan,” jelas dia.
Adapun pembelajaran praktek meliputi praktikum laboratorium dilaksanakan di kampus setiap saat. Praktikum keterampilan dasar praktek klinik dilaksanakan di rumah sakit pada semester II. Praktikum kebidanan komunitas dilaksanakan di masyarakat pada semester IV.
Lalu praktikum klinik kebidanan dilaksanakan di lembaga pelayanan kesehatan/kebidanan di rumah sakit umum, rumah sakit khusus ibu dan anak, rumah bersalin, puskesmas dan bidan praktek swasta pada semester IV, V dan VI.
“Jadi pembelajaran teori terdiri 56 SKS (40%) dilaksanakan di ruang kuliah. Dan pembelajaran praktek 64 SKS (60%) meliputi praktikum laboratorium dilaksanakan di laboratorium kebidanan dalam kampus serta praktek lapangan meliputi praktikum keterampilan dasar klinik, praktikum kebidanan komunitas, dan praktikum klinik kebidanan di luar kampus,” jelas dia. RLS/S-2
Senin, 26 Mei 2008